Start
RSS
You are currently in My Blog pages
Hit home to the start pages
 
R
12 ‘09
May

Operator pada PHP

Blog Categories PHP | add a Comment »


Operator digunakan untuk memanipulasi nilai dari suatu variabel. Variabel yang nilainya dimodifikasi oleh operator disebut operand. Contoh penggunaan operator misalnya 20 + 5, 20 dan 5 adalah yang disebut dengan operand. sedangkan Tanda "+" disebut operator. Supaya mudah untuk memahaminya dan lebih jelas lagi, operator diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Arithmetic Operator
  • Assignment Operator
  • Comparison Operator
  • Logical Operator
  • Operator Lainya

Arithmetic Operator


Arithmetic Operator adalah operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan matematika. contoh :
$a = 5 + 3; Operator "+" berfungsi untuk menambahkan kedua operand (5 dan 3). Ada beberapa arithmetic operator, yaitu :

  • + : penjumlahan
  • - : pengurangan
  • * : perkalian
  • / : pembagian
  • % : nilai sisa pembagian
Mari kita perjelas lagi dengan langsung mempraktekannya. Buatlah sebuah file dengan nama testoperator.php kemudian ketikan tag berikut pada file PHP tersebut.

<html>
<head>
<title>Operators PHP</title>
</head>
<body>
<h2> Contoh Penggunaan Operator pada PHP</h2>
<form action="testoperator.php" method="post">
<input type="text" name="operand1" value="0" />
<select name="operator">
<option value="-">pengurangan (-)</option>
<option value="+">pertambahan (+)</option>
<option value="/">pembagian (/)</option>
<option value="*">perkalian (*)</option>
<option value="%">prosentase (%)</option>
</select>
<input type="text" name="operand2" value="0" />
<input type="submit" name="proses" value="Proses" />
</form>
<?php
$hitung=$_POST['operand1'] . $_POST['operator'] . $_POST['operand2']; eval("\$hasil = $hitung;");
echo("Hasil Perhitungan Matematika : ");
echo("<b>");
echo($hasil);
echo("</b>");
?>

</body>
</html>
</html>
Tag dengan tanda berikut <?php ?>, seperti yang telah dibahas pada tutorial sebelumnya merupakan script PHP yang embeded didalam HTML. Hasil tag tersebut akan menampilkan gambar sebagai berikut :

image 1

Dengan demikian anda dapat melihat bagaimana manipulasi PHP terhadap variabel arithmetic

Relational Operator


Relational operator digunakan untuk membandingkan nilai dari dua operand. Hasil perbandingan dinyatakan dalam nilai boolean. TRUE berarti benar, dan FALSE berarti salah. Beberapa jenis relational operator dapat dilihat pada gambar dibawah :

  • == : operand kanan bernilai sama dengan operand kiri
  • > : operand kiri bernilai lebih besar daripada operand kanan
  • < : operand kiri bernilai lebih kecil dengan operand kanan
  • >= : operand kiri bernilai lebih besar atau sama dengan operand kanan
  • <= : operand kiri bernilai lebih kecil atau sama dengan operand kanan
  • != : operand kanan tidak bernilai sama dengan operand kiri

Untuk mengetahui cara penggunaan relational operator mari kita langsung mempraktekannya, Tambahkan tag pada testoperator.php sehingga menjadi seperti tag di bawah ini:


<html>
<head>
<title>Operators PHP</title>
</head>
<body>
<h2> Contoh Penggunaan Operator pada PHP</h2>
<form action="testoperator.php" method="post">
<input type="text" name="operand1" value="0" />
<select name="operator">
<option value="-">pengurangan (-)</option>
<option value="+">pertambahan (+)</option>
<option value="/">pembagian (/)</option>
<option value="*">perkalian (*)</option>
<option value="%">prosentase (%)</option>
</select>
<input type="text" name="operand2" value="0" />
<input type="submit" name="proses" value="Proses" />
</form>
<?php
$hitung=$_POST['operand1'] . $_POST['operator'] . $_POST['operand2'];
eval("\$hasil = $hitung;");
echo("Hasil Perhitungan Matematika : ");
echo("<b>");
echo($hasil);
echo("</b>");
?>
<h2>Relational Operator</h2>
<form action="testoperator.php" method="post">
<input type="text" name="operand1" value="0" />
<select name="relational">
<option value="==">Relational ==</option>
<option value=">">Relational ></option>
<option value="<">Relational <</option>
<option value=">=">Relational >=</option>
<option value="<=">Relational <=</option>
<option value="!=">Relational !=</option>
</select>
<input type="text" name="operand2" value="0" />
<input type="submit" name="proses" value="Proses" />
</form>
<?php
$relasi=$_POST['operand1'] . $_POST['relational'] . $_POST['operand2'];
$hasil = eval($relasi);
echo("Hasil Perhitungan Relational: ");
echo("<b>");
echo($hasil);
echo("</b>");
?>

</body>
</html>

Hasil dari tag tersebut akan menghasilkan seperti dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

image 2

Dengan demikian anda dapat melihat bagaimana manipulasi PHP terhadap variabel arithmetic

Logical Operator

Logical Operator pada PHP digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan logical operator adalah boolean (True, false). Tabel logika berikut digunakan sebagai pedoman perhitungan
Operand Kiri Operator Nama Operand kanan Hasil
True && and True True
True && and False False
False && and True False
False && and False False
True | | or True True
True | | or False True
False | | or True True
False | | or False False
True Xor exclusive or True False
True Xor exclusive or False True
False Xor exclusive or True True
False Xor exclusive or False False
! Not   True False
! Not   False True


Assignment Operator

Assignment operator merupakan salah satu operator PHP yang digunakan untuk memberikan nilai ke dalam variabel tertentu. Contoh sederhana penggunaan Assignment Operator adalah sebagai berikut :

$nama = "Widi Mawardi";
pada contoh diatas operator sama dengan ( = ) digunakan untuk mengisi variable nama dengan Widi Mawardi. Selain operator "=", ada beberapa assignment operator yang lainnya, diantaranya dapat dilihat pada contoh-contoh berikut :

Menambahkan nilai pada variabel :

$total +=10;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut:$total=$total+10;
Mengurangi nilai pada variabel :
$selisih -=10;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $selisih=$selisih-10;
Mengalikan nilai pada variabel dengan bilangan tertentu :
$perkalian *=10;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $perkalian=$perkalian*10;
Membagi nilai pada variabel dengan bilangan tertentu :
$pembagian /=10;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $pembagian=$pembagian/10;
Mencari sisa hasil bagi variabel dengan bilangan tertentu :
$persen %=10;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $persen=$persen%10;
Menambahkan satu nilai pada variabel :
$tambah++;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $tambah=$tambah+1;
Mengurangi satu nilai pada variabel :
$selisih--;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $selisih=$selisih-1;
Melakukan Operasi logical AND pada variabel :
$var &= True;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $var=$var & True;
Melakukan Operasi logical OR pada variabel :
$var |= False;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $var=$var | False;
Melakukan Operasi bitwise XOR pada variabel :
$var ^= 10;
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $var=$var ^ 10;
Menambahkan string pada variabel :
$var .= "Widi";
//assignment operator diatas sama dengan penggunaan berikut: $var=$var . "Widi";


Operator Lainnya


Operator Penggabung String

Pada PHP, string digabungkan dengan operator . (titik). Contoh penggunaan :
$var1 .= "Widi";
$var1 .= "Bakti";
echo $var1 . " dan " . $var2
//hasilnya adalah "Widi dan Bakti"

Operator Percabangan


Percabangan pada umumnya dilakukan dengan struktur if-else, dapat dilihat senagai berikut :
if ($nama == "Widi"){
echo "Selamat Datang Widi ";
}else{
echo "Selamat Datang Tamu ";
}

Cara penggunaan operator percabangan diatas juga bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
echo($nama == "Widi" ? "Selamat Datang Widi" : " Selamat Datang Tamu");

Perhatikan tanda "?" dan ":" diatas. PHP akan memeriksa apakah pernyataan di sebelah kiri "?" benar atau salah. Apabila benar, pernyataan di sebelah kiri tanda ":" dieksekusi. Bila salah, maka pernyataan di sebelah kanan ":" yang akan dieksekusi. Tentang percabangan ini nanti kita bahas lagi lebih lanjut

Operator Error Susspension

PHP menampilkan pesan error apabila built-in function (function yang disediakan PHP) mengalami error. Misalnya tidak bisa membuka file, tidak bisa mengakses database, dan lainnya. Pada saat pembuatan aplikasi, pesan error ini sangat membantu programmen dalam melakukan tracing menyelesaikan dan memperbaiki kesalahan pemrograman. Tetapi, pada saat aplikasi selesai dibuat dan digunakan secara umum, pesan error ini akan mengganggu pengguna. Untuk mematikan pesan error tersebut, kita menggunakan operator @. Contoh penggunaan :
@chdir("temp");

Pada kondisi normal, function chdir akan menimbulkan pesan error apabila direktori temp tidak ditemukan atau tidak dapat diakses. Dengan menggunakan operator @, PHP akan "diam saja" apabila direktori temp tidak ditemukan atau tidak dapat diakses.

w3function | Blog Feeds


Read by Categories

  • PHP ( 3 Post )


Recent Comment

  • surya ( 2010-08-30 18:49:05 )
  • tutorial yang bagus ..... dan menarik , berminat nieh belajar sama anda...mengenai pembuatan web design ..apakah bersedia menjadi seorang pengajar? tks
  • teguhdesign ( 2010-08-28 16:05:03 )
  • salam kenal bro!!! seru juga tuh designnya tolong dong bro kirimin tutorialnya. thx.
  • Uki ( 2010-08-20 23:28:00 )
  • Bagus....truz lanjut....thx buat ilmunya....
  • 'aji ( 2010-07-31 22:52:38 )
  • Karya tulis yang sangat bermanfaat, selamat ya om, saya suka membacanya berulang2 kalo belum paham, maklum pemula yang lagi seneng bikin web.. Sekalian bertanya, bagaimana menghilangkan tulisan *.html di URL yang kita tuju.. misal http://www.detiksport.com/sepakbola.html, cuma terlihat /sepakbola apakah ada triknya om? Atau bisa nggak meskipun kita kita menuju ke /sepakbola, tapi yang terlihat di bar URL itu hanya http://www.detiksport.com saja? makasih sebelumnya :)
  • blackmekemeke ( 2010-07-17 11:45:45 )
  • ada lagi bos yang keren abis, bikinan orang Indonesia lagi, coba kunjungi http://painthink.com
 
COPYRIGHT © W3FUNCTION.COM